Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Proyek Fisik Mandek, Lanjut setelah Lebaran

Hengky Ristanto • Rabu, 19 April 2023 | 15:00 WIB
PREI SEMENTARA: Pengurukan lahan bakal lokasi pembangunan pondok lansia di Klegen, Kartoharjo, salah satu proyek fisik yang terjeda Lebaran. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
PREI SEMENTARA: Pengurukan lahan bakal lokasi pembangunan pondok lansia di Klegen, Kartoharjo, salah satu proyek fisik yang terjeda Lebaran. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
Proyek Fisik Mandek, Lanjut setelah Lebaran

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Mulai kemarin (18/4), seluruh proyek fisik berhenti sementara. Itu Seiring jeda selama momen mudik-balik Idul Fitri. ‘’Sudah kami minta kepada rekanan untuk menghentikan segala aktivitas pekerjaan,’’ kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno kemarin (18/4).

Menurut dia, penghentian proyek termasuk sterilisasi alat berat sekaligus pembersihan material. Penghentian sementara itu mulai 18 April atau H-7 Lebaran. Sejumlah proyek yang mandek imbas momen tersebut bakal dilanjutkan pada 30 April atau pasca-Lebaran. ‘’ Agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat saat berlebaran,’’ ujarnya.

Sebelum mandek, lanjut Suwarno, DPUPR meminta rekanan pelaksana proyek mengebut progresnya. Sehingga, progres proyek tetap on schedule alias sesuai jadwal. ‘’Jauh-jauh hari sebelum mandek sudah kami kebut. Dilanjutkan kembali tujuh hari setelah Lebaran,’’ terangnya.

Proyek revitalisasi trotoar semiparkir kawasan Jalan Mayjend Sungkono utara, salah satunya. Proyek yang seharusnya mulai pembangunan pada 14 April harus ditunda pekerjaannya. Sebab, proyek tersebut butuh rekayasa arus lalu lintas (lalin) untuk memuluskan pengerjaannya.

Yakni, mengubah arus lalin di Jalan Mayjend Sungkono utara harus satu arah selama proses pengerjaan. ‘’Baru mulai pekerjaan setelah Lebaran nanti,’’ jelas Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Drainase DPUPR Kota Madiun Suyanto.

Menurut Suyanto, rekayasa arus mempertimbangkan kondisi jalan yang sempit serta potensi lalu lintas (lalin) crowded di Jalan Mayjend Sungkono. Pun, mobilitas pekerja dan alat berat berpotensi mengganggu arus lalin. ‘’Karena menyangkut rekayasa lalin, proyek menyesuaikan jeda pekerjaan selama Lebaran,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto
#momen lebaran 2023 #proyek revitalisasi trotoar #jalur mudik lebaran #libur lebaran #proyek fisik libur #arus mudik balik