Alasannya, okupansi UGD pada momen libur Lebaran justru mengalami peningkatan signifikan. Jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, okupansi didominasi masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas. ‘’Rawat luka dikondisikan di UGD. Kunjungan UGD lebih tinggi saat libur Lebaran,’’ bebernya.
Karena tingkat kunjungan yang diprediksi mengalami peningkatan, lanjut dia, pihaknya menambah tenaga perawat. Mereka bertugas secara sif. Per sif empat hingga lima orang berikut dokter jaga. Pun, menyediakan kamar penanganan pasien umum, gawat darurat, bersalin, hingga Covid-19. ‘’Untuk rawat jalan tidak beroperasi. Atau tutup mulai 19 hingga 26 April,’’ ujarnya.
Nur menambahkan, tenaga kesehatan (nakes) yang disiagakan siap melayani pasien yang memerlukan perawatan. Semisal dalam kondisi emergency yang mengharuskan tindakan operasi, pihaknya siap melayani.
Kesiapsiagaan itu wujud komitmen RSUD Kota Madiun. Yakni, tidak pandang waktu, situasi, dan kondisi apa pun, serta dapat memberikan pelayanan kesehatan. ‘’Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan, jadikan momentum Lebaran dalam meningkatkan semangat beribadah dan taraf kesehatan,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto