Kondisi tersebut, lanjut dia, diperparah dengan adanya penyumbatan saluran air di Gang Sendang. Saluran air tersebut tersumbat bongkahan material penutup saluran yang ambrol. Akibatnya, air meluap hingga ke Jalan Pahlawan. ‘’Pagi tadi (kemarin, Red) sudah kami bersihkan,’’ sambungnya.
Suyanto mengungkapkan, kondisi tersebut di luar prediksi pihaknya. Apalagi, penutup saluran air tersebut dibangun warga setempat. Pun, tak kuat gerusan derasnya aliran air di saluran. ‘’Insya Allah sudah aman jika sewaktu-waktu hujan intensitas tinggi kembali terjadi,’’ ujarnya.
Selain di Jalan Pahlawan, lanjut Suyanto, air juga sempat menggenangi Jalan Mastrip. Lagi-lagi, lantaran debit air di saluran pembuangan akhir sudah melebihi kapasitas. Sehingga, terjadi antrean air hingga menimbulkan genangan di jalan. ‘’Genangannya tidak lama atau masih aman. Tidak lebih dari 10 menit sudah kembali normal,’’ sebutnya.
Sementara, Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun Thariq Megah menyebutkan, curah hujan tinggi selama dua jam menjadi biang genangan air di sejumlah ruas jalan. Pun, debit air melebihi kapasitas saluran. Khususnya, di bawah trotoar pedestrian. ‘’Genangan itu antrean air masuk saluran yang sudah penuh. Ketika intensitas hujan mulai turun, lima-sepuluh menit surut,’’ jelasnya.
Menurut Thariq, genangan air yang tak berlangsung lama menandakan resapan dari drainase di bawah trotoar optimal. Baik di Jalan Pahlawan, Jalan Mastrip maupun di simpang empat Jalan Bali. ‘’Saluran air lancar. Hanya ada trouble di Gang Sendang,’’ bebernya.
Pihaknya bakal mengevaluasi situasi tersebut agar tak terulang kembali. Meski faktor alam tak dapat diprediksi, antisipasi perlu dilakukan. Baik revitalisasi maupun normalisasi saluran air. ‘’Sudah kami bahas dengan PSDA. Insya Allah potensi kejadian serupa dapat diantisipasi,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto