Angan-angan itu didasari keberadaa industri dan perguruan tinggi perkeretaapian. Pun, Kota Madiun memiliki nilai historis dan identik dengan perkeretaapian. ‘’Ini menjadi daya tarik Kota Madiun. Ke depan, kota kita akan semakin menjadi pusat perhatian. Baik nasional maupu internasional,’’ kata Maidi kemarin (1/5).
Ide membawa Kota Madiun menuju smart train memang mencuat dalam MCIM. Wacana itu buah pembahasan bersama pejabat tinggi serta sejumlah tokoh di tanah air. Antara lain, Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudataan (PMK) Muhadjir Effendy, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Soekarwo dan lainnya.
‘’Kota Madiun harus bisa ikut mengubah negara ini menuju kemajuan. Maka dari itu, melalui MCIM ini kami mencoba menjaring ide untuk kemajuan kota kita,’’ ujarnya.
Menurut Maidi, ide dan masukan yang disumbangkan para tokoh itu sangat diperlukan untuk menata Kota Pendekar ke depan. Termasuk dalam pembangunan kota ini menuju smart city. MCIM bak musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kelurahan maupun kecamatan yang acap dilakukan.
Ketika seluruh hasil musyawarah tingkat terbawah telah dilaksanakan, musrenbang tingkat internasional juga diinisiasi. ‘’Inilah yang saya beri nama musrenbang internasional. Kami perluas upaya menggali ide menjadikan Kota Madiun semakin berkembang dan maju. Khususnya, dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto