Menurut dia, koneksitas Sumber Wangi-Sumber Umis dengan arung jeram buatan itu memanfaatkan sungai di bawah jembatan Jalan Pahlawan. Pintu masuknya di area replika patung Merlion. Kemudian rafting menuju ke barat hingga jembatan Jalan Pandan. Menyusul normalisasi sungai yang telah rampung. ‘’Air untuk arung jeram bukan buangan. Tapi, air bersih seperti yang keluar dari mulut Merlion. Sebab saluran air sudah dipisahkan,’’ sebutnya.
View saat rafting, lanjut Maidi, berupa pemandangan replika keajaiban dunia. Mulai patung Merlion ala Singapura. Lalu, Kakbah seperti di Masjidil Haram (Makkah), menara Eiffel (Perancis), kincir angin (Belanda), jam Big Ben (Inggris), hingga tower Zamzam (Arab Saudi). ‘’Kincir angin, Big Ben, dan tower Zamzam kami selesaikan secepatnya. Sehingga, arung jeram segera bisa difungsikan,’’ ujarnya.
Kelak pengunjung yang memanfaatkan arung jeram akan dijemput di titik akhir aliran air dengan kendaraan khusus yang telah disiapkan. Enam unit mobil bakal mengantarkan pengunjung kembali ke titik keberangkatan. Mobil didesain unik menyerupai taksi di negara-negara sesuai replika yang sudah ada. ‘’Kota kita tidak memiliki SDA (sumber daya alam) seperti daerah lain. Sehingga, akan kami tingkatkan potensi wisata buatan,’’ tuturnya.
Dia menambahkan, wahana arung jeram bakal dikenakan tarif yang terjangkau. Sebab, pemkot tak ingin memberatkan wisatawan yang berkunjung ke kota ini. ‘’Biaya itu untuk operasional dan perawatan. Insya Allah terjangkau. Agar wisatawan tidak kapok ke kota kita,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto