Pembangunan RTH di lokasi tersebut dimulai sejak pertengahan April lalu. Total anggaran yang digelontorkan pemkot Rp 198 juta. Konsepnya hampir sama dengan RTH lainnya. Selain untuk menambah nilai estetika, juga dilengkapi wahana bermain anak dan tempat rekreasi. ‘’Luasnya sekitar 268 meter persegi,’’ ujarnya.
Menurut dia, lahan kosong aset pemkot akan disulap menjadi RTH dan fasilitas umum (fasum) untuk warga sekitar. Selain untuk mempercantik wajah kota, juga bisa dimanfaatkan masyarakat. ‘’Setiap tahun ada pembangunan RTH. 2022 lalu, telah dibangun 14 RTH dan kampung tematik,’’ sebutnya.
Andi menambahkan, setiap RTH dianggarankan sekitar Rp 200 juta. Tahun ini, pihaknya juga akan membangun dua titik kampung tematik dengan anggaran masing-masing sekitar Rp 300 juta. Yakni, di Kanigoro, Kartoharjo, dan Sogaten, Manguharjo.
Pembangunan kampung tematik diserahkan kepada masyarakat melalui kelompok masyarakat (pokmas) setempat agar lebih optimal. Selain itu, juga meningkatkan partisipasi, pun untuk masyarakat setempat. ‘’RTH dan kampung tematik memberi ruang terbuka untuk masyarakat. Juga melengkapi destinasi wisata di luar PSC dan lapak UMKM kelurahan,’’ pungkasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto