Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Berat tapi Bukan Hal Mustahil, Maidi Targetkan Tahun Depan Zero Stunting

Hengky Ristanto • Kamis, 11 Mei 2023 | 19:30 WIB
KRUSIAL: Wali Kota Madiun Maidi saat membuka kegiatan rembuk stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting di Hotel Aston Madiun kemarin. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KRUSIAL: Wali Kota Madiun Maidi saat membuka kegiatan rembuk stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting di Hotel Aston Madiun kemarin. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Angka stunting di Kota Madiun semakin turun. Saat ini, persentase balita yang mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis itu tersisa satu digit. Meski begitu, pemkot setempat belum merasa puas.

Pemkot menargetkan tahun depan Kota Madiun nihil kasus persoalan tumbuh kembang anak alias zero stunting. Pun, tengah meracik formula percepatan penurunan angkanya. ‘’Saat ini angka stunting tercatat 9,7 persen. Capaian itu memenuhi target presiden di angka 14 persen pada 2024,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi pada rembuk stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting di Hotel Aston Madiun kemarin (10/5).

Angka 9,7 persen itu berdasarkan survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun lalu. Besaran tersebut mengalami penurunan 2,7 persen dari sebelumnya 12,4 persen. ‘’Tahun depan minimal angkanya tinggal 4 persen. Kalau bisa zero stunting. Memang berat. Tapi, bukan berarti mustahil,’’ tuturnya.

Menurut Maidi, angka stunting yang perlahan tereduksi itu tidak terlepas dari optimalisasi sejumlah program yang dicanangkan pemkot. Mulai warung stop stunting (WSS) hingga pengawasan kesehatan ibu hamil. Agar lebih maksimal, lanjut dia, pemkot berencana membentuk satuan petugas (satgas) untuk mempercepat penurunan angkanya. ‘’Ini tanggung jawab bersama. Semua pihak harus ikut andil dalam upaya percepatan ini. Terutama para pengusaha,’’ bebernya.

Maidi menjelaskan, peran pengusaha dalam pengendalian stunting cukup penting. Mereka diharapkan mampu menyuplai kebutuhan gizi anak stunting dan ibu hamil yang tersebar di setiap kecamatan lewat corporate social responsibility (CSR).

Sasarannya, kata dia, bisa mengacu peta persebaran milik dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinkes PPKB). ‘’Saya yakin pengusaha mau dan mampu. Insya Allah pola ini dapat berjalan optimal ke depan,’’ ucapnya.

Di sisi lain, Maidi meminta dinkes PPKB semakin serius mengatasi persoalan stunting di Kota Madiun. Pun, gencar sosialisasi kepada masyarakat. Sebab, stunting dapat mengganggu upaya pemkot membangun generasi emas 2045. ‘’Rembuk ini jangan hanya formalitas. Tapi, tunjukkan kualitas hasilnya. Dengan keseriusan ini, target zero stunting mampu terkejar,’’ pungkasnya. (ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto
#Maidi #penanganan stunting #zero stunting #rembug stunting #stunting kota madiun #wali kota madiun