Kendati demikian, jumlah itu dinilai masih jauh dari kata ideal. Sebab, baru 33 persen dari total kelurahan di Kota Madiun sebanyak 27. ‘’Destana itu penting. Mereka yang memiliki profesi dan kemampuan berbeda bisa bersinergi dalam penanganan bencana. Misal, ibu-ibu tugasnya memasak, perawat menangani korban,’’ ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto kemarin (11/5).
Gatot menyebutkan, sejauh ini dari total 1.452 desa/kelurahan di Jawa Timur sekitar 50 persen sudah berstatus destana. Pihaknya mentargetkan setiap tahun jumlah ada 40 destana baru. ‘’Kami berkolaborasi dengan BPBD daerah dalam pembentukan destana,’’ tuturnya.
Di sisi lain, Gatot mengimbau masyarakat tetap waspada terkait fenomena alam yang terjadi belakangan ini. ‘’Saat ini masih musim pancaroba. Hujan sesekali masih turun. Bahkan, kadang disertai angin kencang,’’ katanya.
Sementara, Kalaksa BPBD Kota Madiun Wahyudi mengatakan bahwa ancaman bencana di daerah setempat relatif kecil. Kendati demikian, dia meminta warga waspada. Terutama yang tinggal di wilayah dekat sungai dan banyak pohon rimbun. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto