Wali Kota Madiun Maidi mengungkapkan, kedua rumah sakit tersebut adalah RS Darmayu dan RS Hermina. RS Darmayu, kata Maidi, sejatinya telah berencana membangun layanan kesehatan di Kota Madiun sejak tahun lalu. ‘’Tapi, baru berprogres tahun ini. Nilai investasinya sekitar Rp 200 miliar,’’ ujarnya kemarin (12/5).
Sedangkan RS Hermina, lanjut dia, telah melakukan survei lokasi pembangunan rumah sakit di Kota Madiun. Diperkirakan membutuhkan lahan seluas dua hektare. ‘’Insya Allah lokasinya sudah oke,’’ beber mantan sekda Kota Madiun itu.
Maidi mengklaim lahan yang kelak dibangun RS Hermina sudah sesuai aturan alias tidak melanggar ketentuan tata ruang. Pun, lokasinya strategis untuk layanan kesehatan. ‘’Perkiraan nilai investasinya sampai Rp 300 miliar,’’ sebutnya.
Catatan pemkot, pada 2020 realisasi investasi mencapai Rp 327 miliar dari proyeksi sebesar Rp 183 miliar. Setahun berselang, capaian sempat turun di angka Rp 202 miliar dari target Rp 191 miliar. Tanda-tanda kebangkitan terlihat sepanjang tahun lalu dengan realisasi menyentuh Rp 214 miliar atau surplus Rp 21 miliar dari target Rp 193 miliar. ‘’Kami optimistis target investasi tahun ini tercapai,’’ pungkas Maidi. (ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto