Raut kebahagiaan terpancar dari wajah para calon jemaah yang berangkat. Suprajitno salah satunya. Dia merasa lega akhirnya bisa menunaikan ibadah haji. Maklum, terhitung sudah belasan tahun warga Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman tersebut menunggu untuk berangkat ke tanah suci. Termasuk tiga tahun dalam ketidakpastian lantaran pandemi Covid-19.
Suprajitno berangkat menjalankan rukun Islam kelima tidak sendiri. Dia ditemani Uminem, istrinya. Beberapa persiapan sempat dilakukan pria 78 tahun itu. Di antaranya, rutin jalan kaki setiap pagi untuk menjaga stamina. ‘’Kami sudah siap berangkat. Ini juga bawa obat-obatan secukupnya,’’ kata jemaah tertua tersebut.
Sementara itu, menurut data Kemenag Kota Madiun, sebanyak 157 CJH yang diberangkatkan menuju ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Rombongan CJH itu berangkat menggunakan lima armada bus. Sebelum kemudian dijadwalkan terbang ke Arab Saudi Kamis (25/5) besok. ‘’Mereka tergabung dalam gelombang I kelompok terbang (kloter) 2 bersama dengan calon jemaah dari Bangkalan, Madura,’’ Kepala Kemenag Kota Madiun Munir Rouf.
Keberangkatan CJH itu dilepas Munif bersama Wali Kota Maidi. Kegiatan diawali dengan doa bersama. Setelah itu, para calon jemaah menempati kursi-kursi undangan di aula wisma haji untuk mengikuti prosesi pelepasan keberangkatan. ‘’Saya pesan ketika melaksanakan ibadah haji, waktu yang ada harus dioptimalkan untuk ibadah dan menjaga kesehatan,’’ tutur Maidi.
Maidi mengungkapkan saat ini kondisi cuaca di Arab Saudi cukup panas. Rata-rata suhunya antara 41–45 derajat celsius ketika siang. Dan, berubah dingin saat malam. Karena itu, dia meminta untuk menjaga kebersamaan antarjemaah. ‘’Kalau ada yang membutuhkan bantuan harus bersama membantu satu dengan lain,’’ katanya. (mg4/her) Editor : Hengky Ristanto