Tidak hanya orangnya, sepeda mereka juga dihias. Ada yang sekadar dipasangi bendera dan dilengkapi speaker portable. Plus perangkat tambahan seperti seperti tas atau ransel untuk mengakomodir barang bawaan. Peserta gowes Madioen Tempo Doeloe sekaligus dalam rangka Munas Kosti 2023 itu dilepas wali kota Maidi dari GOR Wilis kemarin (28/5).
Ribuan peserta gowes melewati sejumlah destinasi wisata tematik di Kota Madiun. Mereka juga bebas mengatur waktu istirahat sesuai kemampuan masing-masing. Sepeda yang digunakan konsepnya juga beragam. ‘’Yang penting sepeda kuno atau kalau orang Jawa menyebutnya sepeda kebo,’’ ujar Ketua Panitia Munas Kosti 2023 Weda Prasetyo.
Dia mengklaim ini merupakan event komunitas terbesar yang pernah digelar di Kota Madiun. Kegiatan berlangsung sejak 26–28 Mei dengan melibatkan para anggota Kosti di seluruh Indonesia. ‘’Ada ribuan pecinta sepeda onthel tua dari 18 provinsi yang mengikuti acara ini,’’ kata Weda.
Selain acara munas dan gowes bareng, juga digelar pameran barang antik dan onderdil sepeda di GOR Wilis. Weda mengatakan, event ini merupakan ajang silaturahmi antarkomunitas sepeda tua se-Tanah Air. ‘’Event ini sekaligus mengajarkan para generasi milenial untuk ikut melestarikan peninggalan budaya zaman dulu. Selain itu, agar wisata Kota Madiun semakin dikenal secara luas,’’ terangnya.
Wali Kota Maidi tak menampik bahwa event ini merupakan bagian dari eduwisata. Dia berharap para generasi muda di Kota Madiun bisa melestarikan benda peninggalan sejarah. ‘’Saya sangat berterimakasih Kota Madiun telah dipercayai sebagai tuan rumah event nasional (komunitas). Ke depan, Kota Madiun akan terbuka untuk event serupa, bahkan internasional,’’ ujarnya. (mg4/her) Editor : Hengky Ristanto