Menurutnya, pembangunan yang sudah maupun akan direalisasikan erat kaitannya dengan sektor ekonomi. Termasuk program pavingisasi sepanjang 46 ribu meter persegi yang menyasar jalan lingkungan di 27 kelurahan.
Perinciannya, 31,5 ribu meter persegi pavingisasi serta 14,5 ribu meter persegi kanstin dengan total anggaran sebesar Rp 7,4 miliar. ‘’Semua akses jalan merupakan akses perputaran ekonomi. Program pavingisasi sudah terealisasi. Bahkan, tercatat rekor MURI,’’ ucapnya.
Adapun program pavingisasi merupakan usulan warga melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kelurahan maupun kecamatan. Dalam proses pengerjaannya, pemkot juga melibatkan kelompok masyarakat (pokmas).
‘’Anggarannya bisa untuk membayar tukang dan kuli dari warga setempat. Ini juga sesuai instruksi presiden agar pemkab memberdayakan masyarakatnya,’’ ujarnya.
Selain masalah infrastruktur, pemkot juga berusaha membangun sumber daya manusianya. Di bidang pendidikan, Maidi merealisasikan pengadaan 9.400 unit laptop bagi siswa SD–SMP dalam dua tahap. Yakni, pada 2020 dan 2022.
‘’IT (informasi teknologi) terus berkembang. Target saya ke depan membangun generasi emas Kota Madiun yang berkualitas,’’ yakin Maidi.
Dia menginginkan anak-anak di Kota Madiun bisa melek tekonologi dan mengakses dunia. ‘’Tahun ini menjadi bekal awal bagi mereka untuk masa depan yang cerah. Sebab, generasi-generasi inilah yang kelak menjadi pemimpin,’’ pungkasnya. (ggi/her/prog) Editor : Hengky Ristanto