Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 2 Surabaya, M Fuad Hariri mengatakan, diberhentikannya sementara pemberian katering itu sudah dibahas sejak di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya lalu. Saat itu, jemaah haji diberikan arahan terkait living cost yang dikembalikan sebesar Rp 750 riyal atau sekitar Rp 3 juta.
‘’Pada tanggal tersebut, para jemaah haji dibebaskan membeli makan secara mandiri,’’ ujarnya kemarin (16/6).
Selain katering, lanjut dia, operasional armada bus sholawat yang biasa digunakan jemaah haji mobilisasi di Makkah ikut distop sementara. Karena bus tersebut dipersiapkan untuk kepentingan operasional jemaah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina.
‘’Kebijakan ini berlaku terhitung mulai 6–13 Zulhijjah atau 25 Juni hingga 2 Juli,’’ kata Fuad lewat sambungan telepon.
Sebagai gantinya, kata Fuad, para jemaah haji Kota Madiun bisa menggunakan bus maktab untuk mobilisasi. Transportasi massal itu telah disediakan di depan hotel tempat jemaah menginap. ‘’Selama operasional bus sholawat diberhentikan, jemaah diminta untuk mempersiapkan diri menuju puncak haji. Seluruh aktivitas jemaah diprioritaskan berada di hotel,’’ terangnya. (mg4/her) Editor : Hengky Ristanto