Tiga Tahun Rusak, Jembatan Patihan Baru Dimodel Gantung, Pengerjaan Makan Waktu 6 Bulan

Anggiyan Bayu • Dipublikasikan Sabtu, 13 April 2024 | 15:18 WIB
AKSES PENYEBERANGAN: Pembangunan Jembatan Patihan baru saat ini memasuki proses penyusunan dokumen perencanaan.
AKSES PENYEBERANGAN: Pembangunan Jembatan Patihan baru saat ini memasuki proses penyusunan dokumen perencanaan.

Jawa Pos Radar Madiun – Sejak Jembatan Patihan ambrol pada 2021, akses warga setempat ke Sogaten ikut terputus.

Sejak itu pula mereka harus memutar melewati Jembatan Prambanan jika hendak ke Patihan maupun Sogaten.

Nah, tahun ini akses warga dua kelurahan tersebut bakal terhubung kembali. Ini setelah dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) memasukkan paket pembangunan baru Jembatan Patihan dalam program prioritas.

Baca Juga: Jembatan di Saradan Madiun Rusak kendati Baru Dibangun 2019, Akses Warga Terhambat

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun Agus Tri Sukamto mengatakan, paket pembangunan jembatan bakal mulai naik lelang pada awal Mei mendatang.

Saat ini, tahapannya baru sebatas penyusunan dokumen tender dan perencanaan. ‘’(dokumen) perencanaan sudah 70 persen selesai,’’ katanya.

Agus mengungkapkan, pihaknya butuh waktu untuk mematangkan perencanaan proyek pembangunan jembatan. Paling cepat dokumen perencanaan tersebut klir akhir April.

Baca Juga: Proyek Pembangunan Jembatan Sidolaju Sedot Anggaran Terbesar, DPUPR Cari Kontraktor Berkompeten

"Sesuai petunjuk pimpinan bisa segera lelang kalau dokumen perencanaan sudah klir. Yang jelas, awal Mei sudah selesai dokumen perencanaannya,’’ terangnya.

Menurutnya, desain Jembatan Patihan baru nantinya model gantung. Sehingga, konstruksiknya akan dibangun ulang dengan diawali pembongkaran pilar penyangga jembatan yang lama.

Setelah itu dibangun abutment untuk menopang struktur jembatan. Sedangkan, lantai jembatannya menggunakan material besi. ‘’Untuk panjang jembatan sekitar 123 meter dan lebar dua meter,’’ katanya.

Baca Juga: Gunakan BTT untuk Perbaikan Jembatan Kenep? BPBD Gandeng DPUPR

Total pengerjaan jembatan tersebut menelan anggaran sekitar Rp 13 miliar dan proses pengerjannya diperkirakan memakan waktu 5–6 bulan.

‘’Untuk (material) jembatan fabrikasi. Pengerjaan abutment menyesuaikan jembatan yang kami pesan,’’ terang Agus. (ggi/her)

Editor : Wawan Isdarwanto
DPUPR infrastruktur kota madiun jembatan