KARTOHARJO, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun memiliki optimisme tinggi pada pertumbuhan ekonomi 2025.
Bahkan, dalam nota keuangan rancangan APBD 2025 diproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 bisa mencapai 6,12 persen atau naik 0,32 persen dibandingkan 2023.
Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto mengungkapkan bahwa kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,12 persen adalah peningkatan investasi dan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, menurutnya, aktivitas perekonomian tahun depan diprediksi benar-benar sudah pulih dari terpaan pandemi Covid-19. Sehingga, kegiatan perekonomian bisa lebih baik daripada tahun ini.
Nah, untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, proporsi investasi memang mesti ditingkatkan.
’’Kami optimistis bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi itu,’’ ujar Eddy kemarin (25/10).
Namun demikian, optimisme itu tak diimbangi dengan kekuatan alokasi belanja daerah tahun depan yang menurun dibandingkan sebelumnya.
Seperti diketahui, pemkot memproyeksikan kekuatan belanja daerah tahun depan dipatok Rp 1,14 triliun.
Jumlah tersebut turun sekitar Rp 54 miliar jika dibandingkan dengan belanja daerah tahun lalu.
Di sisi lain, kondisi ekonomi tahun depan juga diprediksi terpengaruh oleh pola konsumsi dan daya beli masyarakat.
Eddy tak menampik akan faktor tersebut. Apalagi, saat ini Kota Madiun sedang mengalami deflasi selama lima bulan beruntun karena over suplay barang.
Meski demikian, Eddy menyakini itu tidak akan menjadi masalah serius.
Tapi, pihaknya tetap berusaha melakukan sejumlah upaya untuk keluar dari kondisi ini.
Seperti memotivasi aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Madiun untuk meningkatkan pembelian produk UMKM.
’’Kami naikkan produk-produk yang sekiranya menurun. Supaya masyarakat dan UMKM yang meningkat diolah menjadi seperti demikian rupa,’’ terang Eddy yang juga menjabat sebagai Kepala Bakesbangpol Jatim tersebut.
Selain menjaga berupaya menjaga pola konsumsi dan daya beli masyarakat, pihaknya juga berencana menggelar berbagai event tahun depan.
Dengan harapan, sektor pariwisata dapat meningkat yang juga berimbas pada tumbuhnya ekonomi masyarakat.
’’Kalau banyak event tentu pertumbuhan ekonomi akan terwujud,’’ katanya.
Perihal pelaksanaan pilkada yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi, Eddy memastikan hal itu bukan masalah berarti.
’’Insya Allah tidak berpengaruh dan kondisi semuanya sudah tertata dengan sistem yang bagus,’’ ungkapnya. (err/her)
Pertumbuhan Ekonomi Makro
Tahun 2021: 4,73 persen
Tahun 2022: 5,52 persen
Tahun 2023: 5,80 persen
Tahun 2024: 5,94 persen* (target rencana)
Tahun 2025: 6,12 persen* (proyeksi)
Editor : Mizan AhsaniSumber : Radar Madiun