KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Jangan lagi ada pandangan miring kepada kaum difabel.
Mereka juga punya eksistensi. Buktinya, karnaval dan pentas seni disabilitas di Ngrowo Bening Edupark, Selasa (3/12).
''Kami juga punya suatu kelebihan. Kami ingin dianggap keberadaan kami oleh masyarakat lain,'' kata Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PK-PLK Kota Madiun Indarwati.
Ratusan anak berkebutuhan khusus semangat mengikuti karnaval. Pun, beragam pentas seni seperti menyanyi, menari, fashion show, dan yang lain.
''Yang ikut, totalnya 425 peserta dari tujuh SLB (sekolah luar biasa) di kota ini,'' ungkap Indar, sapaan Indarwati.
Acara itu digelar dalam rangka Hari Disabilitas Internasional yang diperingati saban 3 Desember.
Bergerak bersama menuju kemandirian dan kesetaraan menjadi tema yang diusung.
Menggaungkan keberadaan SLB di Kota Madiun juga menjadi maksud dan tujuan kegiatan.
"Semoga jami lebih dikuatkan lagi, lebih diterima di masyarakat,'' ujar Indar.
Kasi SMA/PKLK Cabdindik Jatim wilayah Madiun Devy Yuniar menyampaikan, Hari Disabilitas Internasional merupakan momen istimewa untuk menjalin kolaborasi dengan seluruh pihak.
"Ini juga merupakan kesempatan bagi anak didik kami yang istimewa menunjukkan potensi dan kemampuan untuk setara dengan lainnya di dunia kerja," kata Devy. (err/den)
Editor : Mizan AhsaniSumber : Radar Madiun