Jawa Pos Radar Madiun – SMAN 2 Madiun terus membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan unggulan.
Di bawah kepemimpinan Anim Hadisusanto, sekolah ini berkembang menjadi kawah candradimuka bagi siswa bertalenta, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
‘’Inovasi pembelajaran dan pengembangan talenta dijalankan sistematis untuk membawa SMAN 2 Madiun ke level nasional,’’ ujar Anim.
SMAN 2 Madiun menerapkan pembelajaran digital, kolaboratif, dan berbasis proyek nyata.
Tak hanya mengandalkan guru internal, lembaga pendidikan ini juga melibatkan pelatih luar untuk membina siswa di bidang nonakademik.
‘’Kami ingin siswa berpikir kritis dan kreatif secara natural, bukan karena paksaan,’’ ucapnya.
Hasil dari inovasi pembelajaran terlihat nyata. Sebanyak 142 siswa lolos ke perguruan tinggi negeri lewat jalur SPMB dan SMBT tahun 2025.
Di jalur prestasi, sederet penghargaan tingkat nasional berhasil diraih.
Seperti juara I Karya Ilmiah Farmasi dan Stratup Challenge di Universitas Airlangga, serta juara I Kedokteran di Universitas Brawijaya.
Prestasi di olimpiade juga mencolok, antara lain medali perunggu OSN Kimia, Juara 3 Olimpiade Farmasi ITB, dan Juara 3 Olimpiade Kedokteran Gigi UGM.
Di bidang olahraga dan seni, siswanya menjuarai lompat jauh O2SN nasional dan menjadi Winner Srikandi Remaja Indonesia.
‘’Kami bentuk tim talenta yang membina siswa dari awal, mulai branding hingga pendampingan lomba,’’ ujarnya.
Ke depan, SMAN 2 Madiun tidak hanya mengejar jumlah prestasi. Namun pelopor transformasi pembelajaran modern di Indonesia.
‘’Tujuan kami jelas untuk menjadi sekolah berprestasi kelas nasional,’’ pungkasnya. (*)
Editor : Hengky Ristanto