MADIUN – Tarif angkutan bus menjelang Lebaran mulai merangkak naik.
Kenaikan terjadi seiring lonjakan jumlah penumpang di Terminal Purbaya Madiun.
Tidak hanya bus non-ekonomi, tarif bus ekonomi juga berpotensi ikut terkerek mengikuti kondisi di lapangan.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Purbaya Madiun Ali Imran Hariyadi mengatakan meningkatnya permintaan kursi menjadi pemicu utama kenaikan tarif.
’’Menjelang Lebaran biasanya permintaan penumpang naik, sehingga tarif juga menyesuaikan kondisi di lapangan,’’ ujarnya, Selasa (17/3).
Baca Juga: Hujan Deras Rendam Permukiman di Madiun, Genangan Air Capai 30 Sentimeter
Meski demikian, untuk bus ekonomi reguler tarif masih mengacu pada ketentuan pemerintah.
Contohnya rute Madiun–Surabaya yang saat ini masih berada di kisaran Rp 38 ribu.
Namun, Imran tidak menampik tarif bisa berubah menyesuaikan kondisi operasional selama periode angkutan Lebaran.
Lonjakan penumpang tahun ini disebut cukup signifikan.
Saat ini jumlah penumpang mencapai 12–13 ribu orang per hari.
Baca Juga: Warga Dimong Madiun Protes Mutasi Sekdes, Dinilai Tak Sesuai Prosedur
Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibanding hari biasa yang hanya sekitar 6–7 ribu penumpang.
Selain itu, pergerakan armada bus juga meningkat hingga 167 persen dibandingkan hari normal.
’’Terminal kami memang lintasan padat. Banyak bus yang datang dan lewat, sehingga pergerakan penumpang juga meningkat,’’ katanya.
Terminal Purbaya beroperasi 24 jam selama periode angkutan Lebaran untuk melayani pemudik.
Pihak terminal mengimbau masyarakat membeli tiket melalui agen resmi.
Selain itu, penumpang juga diminta turun di terminal agar lebih mudah mendapatkan transportasi lanjutan.
Editor : Hengky Ristanto