Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun memperkuat penanganan stunting dengan mengedepankan intervensi langsung ke sasaran.
Program difokuskan pada anak berisiko melalui pemenuhan gizi hingga penanganan penyebab.
Plh Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun Endria Triningsih Kusdiana mengatakan, intervensi spesifik diarahkan pada kebutuhan gizi anak.
’’Yang spesifik itu langsung ke sasaran, seperti pemberian makanan tambahan di posyandu,’’ ujarnya, Selasa (24/3).
Selain itu, bantuan telur sekitar 1 kilogram per minggu juga diberikan kepada anak berisiko stunting.
Endria menjelaskan, penanganan dilakukan secara menyeluruh sesuai faktor penyebab. Mulai dari pola makan, penyakit penyerta, hingga kondisi ekonomi.
’’Kalau karena pola makan, kita edukasi. Kalau ada penyakit, kita obati. Kalau karena ekonomi, kita bantu,’’ jelasnya.
Dinkes menggandeng lintas sektor untuk memperkuat intervensi. Sejumlah program akan kembali diusulkan, termasuk bantuan pangan berbasis lokal.
’’Program yang langsung menyasar masyarakat akan kami dorong kembali,’’ imbuhnya.
Meski terdapat penyesuaian anggaran, pemkot memastikan program penanganan stunting tetap berjalan optimal.
Optimalisasi dilakukan melalui perubahan anggaran (PAK) guna memperkuat intervensi kesehatan masyarakat.
’’Yang jelas, penanganan tetap kami maksimalkan,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto