Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun memperkuat penanganan stunting melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.
Intervensi dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Plt Kepala Bappeda Kota Madiun Ansar Rasidi mengatakan, koordinasi dipimpin Bappeda dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
’’Analisis dari dinas kesehatan, kemudian intervensi dilakukan bersama lintas perangkat daerah,’’ ujarnya, Selasa (24/3).
Penanganan dilakukan sejak fase awal kehidupan. Mulai calon pengantin, ibu hamil, hingga anak pascakelahiran.
’’Ini siklus yang harus terus dipantau agar tidak berulang,’’ jelasnya.
Sejumlah program diperkuat. Di antaranya bantuan sembako, bantuan sosial, hingga program berbasis keluarga.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disiapkan sebagai investasi jangka panjang.
’’MBG ini dampaknya lebih panjang untuk SDM ke depan,’’ imbuhnya.
Ansar menyebut, angka stunting di Kota Madiun menunjukkan tren penurunan.
Penurunan didorong koordinasi terintegrasi lintas sektor, mulai kesehatan, pendidikan, hingga keluarga.
Pemkot juga membuka peluang pengembangan program orang tua asuh bagi anak stunting.
’’Dimungkinkan untuk dikembangkan,’’ katanya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto