Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Baru 3 Bulan, Sambel Pecel Dapoer 69 Madiun Tembus Pasar Nasional

Erlita H • 2026-03-24 11:27:15
Pelaku UMKM Madiun menunjukkan produk sambel pecel Dapoer 69 yang kini dipasarkan secara nasional melalui platform online. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Pelaku UMKM Madiun menunjukkan produk sambel pecel Dapoer 69 yang kini dipasarkan secara nasional melalui platform online. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Sambel pecel tetap menjadi primadona kuliner khas Madiun.

Di tengah dominasi produk legendaris, pelaku usaha baru mulai bermunculan dengan inovasi berbeda.

Salah satunya Dapoer 69, usaha sambel pecel milik Susianto, warga Perumahan Palm Indah, Pandean.

Meski baru dirintis Januari 2026, produknya sudah menembus pasar luar daerah.

Pesanan datang dari berbagai kota. Mulai Madiun, Blitar, Gresik, Surabaya, hingga Palembang dan Jakarta.

’’Awalnya kami fokus jualan online lewat Shopee,’’ ujar Susianto.

Baca Juga: Pemkot Madiun Perkuat Penanganan Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Strategi digital tersebut dibantu anaknya, Lintang Kusuma Wardhani, yang mengelola pemasaran online.

Dalam dua bulan, akun toko sudah berstatus star seller.

Susianto mengaku ide usaha sudah lama direncanakan. Baru akhir 2025 ia mendapatkan resep sambel pecel yang kemudian dikembangkan.

Rasa produk diuji terlebih dahulu oleh keluarga sebelum dipasarkan.

Hasilnya, sambel pecel Dapoer 69 memiliki tiga varian rasa, yakni tidak pedas, sedang, dan pedas ekstrem.

’’Banyak yang suka varian pedas,’’ katanya.

Baca Juga: 350 Warga Madiun Ikut Balik Gratis, Difasilitasi 7 Bus ke Jakarta dan Surabaya

Nama Dapoer 69 dipilih dengan filosofi tetap konsisten dalam kondisi apa pun.

Pesanan pertama mencapai 35 paket. Bahkan ada pembelian dalam jumlah besar hingga 5 kilogram untuk acara di Gresik dan 4 kilogram dari Palembang.

Promosi produk juga sempat dibantu Ruri, vokalis band Republik, melalui media sosial.

Dari sisi produksi, Susianto menjaga kualitas bahan baku. Kacang diproses dengan metode oven dan digiling di tempat yang sama dengan produsen pecel ternama di Madiun.

Tekstur sambel dibuat agak basah dengan cita rasa medhok.

Produk mampu bertahan hingga 1,5 bulan pada suhu ruang dan tiga bulan di dalam kulkas.

Harga dibanderol mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu untuk kemasan 250–500 gram.

Baca Juga: H+3 Lebaran, Lalu Lintas Kota Madiun Ramai Lancar Tanpa Kemacetan

Selain sambel pecel, Susianto mulai mengembangkan produk lain seperti bumbu hitam Madura dan rencana sambal khas nusantara.

Penjualan masih fluktuatif, dipengaruhi periode waktu dalam satu bulan.

’’Kalau tanggal muda biasanya naik, tanggal tua turun,’’ ungkapnya.

Ke depan, ia menargetkan Dapoer 69 menjadi salah satu ikon sambel pecel Madiun di marketplace nasional.

’’Harapannya kalau orang cari sambel pecel, ingat Dapoer 69,’’ pungkasnya. (her)

Editor : Hengky Ristanto
#sambel pecel madiun #dapoer 69 #bisnis kuliner 2026 #jualan online sukses #umkm madiun #madiun #Produk Lokal Madiun #pecel khas madiun