Jawa Pos Radar Madiun – Momentum Idul Fitri dimanfaatkan Lapas Kelas I Madiun untuk membuka layanan kunjungan bagi warga binaan.
Selama tiga hari Lebaran 2026, seluruh warga binaan mendapat kesempatan dikunjungi keluarga.
Kalapas Kelas I Madiun Andi Wijaya Rivai mengatakan, layanan tersebut menjadi agenda rutin setiap Lebaran.
“Selama tiga hari kami buka kunjungan, dan semua warga binaan bisa dikunjungi keluarganya,” ujarnya, Selasa (24/3).
Mekanisme kunjungan tidak berbeda dengan hari biasa. Pengunjung cukup membawa kartu identitas.
Baca Juga: 782 Warga Binaan Lapas Madiun Terima Remisi Lebaran 2026
Namun, sistem pengamanan tetap diperketat. Pengunjung harus melalui tiga lapis pemeriksaan.
“Pertama dicap sebagai tanda pengunjung, kedua diberikan gelang pengaman, dan ketiga menyerahkan KTP untuk ditukar saat keluar,” jelasnya.
Antusiasme pengunjung cukup tinggi. Rata-rata sekitar 450 orang datang setiap hari.
Sementara warga binaan yang dikunjungi mencapai sekitar 180 orang per hari.
“Alhamdulillah cukup antusias. Ini menunjukkan ikatan keluarga masih kuat,” imbuhnya.
Menurut Andi, kunjungan Lebaran berdampak positif bagi warga binaan.
Baca Juga: Telaga Sarangan Diserbu Wisatawan, Kunjungan Tembus 17 Ribu Lebih
Selain menjaga hubungan keluarga, juga menjadi motivasi untuk memperbaiki diri.
“Tujuannya agar mereka tetap punya ikatan batin dengan keluarga di luar,” terangnya.
Pihak lapas juga menegaskan komitmen menjaga ketertiban.
Warga binaan diingatkan tidak melakukan pelanggaran, termasuk penyalahgunaan narkoba, penipuan, maupun penggunaan alat komunikasi ilegal.
“Kami akan terus menegakkan aturan sesuai arahan pimpinan,” tegasnya.
Ia juga meminta dukungan masyarakat dan keluarga agar pembinaan berjalan optimal.
“Harapannya, mereka tetap merasa menjadi bagian dari masyarakat dan siap kembali berkontribusi saat bebas nanti,” pungkasnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto