Jawa Pos Radar Madiun - Pelayanan kesehatan di Kota Madiun tetap dibuka selama cuti Lebaran 2026.
Hal ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan medis saat arus mudik dan libur Idulfitri.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun memastikan puskesmas beroperasi dengan sistem piket pada 20, 23, dan 24 Maret 2026.
Sementara itu, seluruh instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit tetap siaga 24 jam.
Baca Juga: Libur Lebaran di Pacitan, Tarif Wisata Tetap Normal, Pengamanan Ditingkatkan
PSC 112 Siaga Tanpa Libur
Untuk mendukung layanan darurat, Tim PSC 112 disiagakan penuh selama Lebaran.
Tim dipusatkan di Pos Pam Suncity dan dilengkapi ambulans, tenaga medis, serta petugas pendukung.
“Seluruh kegiatan dipantau melalui sistem pelaporan harian ke Kementerian Kesehatan,” ujar Kepala Dinkes PPKB Kota Madiun dr Denik Wuryani.
Baca Juga: Ibu Gilga Sahid Meninggal di Madiun, Suami Happy Asmara Kehilangan Sosok Luar Biasa di Momen Lebaran
Waspada Penyakit saat Mudik
Dinkes mencatat peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas saat periode mudik.
Selain itu, terdapat sejumlah penyakit yang kerap dialami pemudik, antara lain:
Demam
ISPA
Diare
Mual muntah
Cedera
Penyakit serius seperti nyeri dada, stroke, nyeri perut, hingga vertigo juga perlu diwaspadai.
Baca Juga: Arus ke Sarangan Magetan Meningkat, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Ancaman Penyakit Menular
Dinkes juga menyoroti potensi peningkatan penyakit menular seperti campak.
Masyarakat diimbau menjaga kesehatan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Penggunaan masker saat sakit serta mencuci tangan secara rutin menjadi langkah penting pencegahan.
“Jika anak dalam kondisi sakit, sebaiknya menunda perjalanan hingga sembuh,” tegas Denik. (err/naz)
Editor : Mizan Ahsani