Jawa Pos Radar Madiun – Anggaran KONI Kota Madiun tahun ini dipangkas dari usulan awal. Dari pengajuan Rp 1,2 miliar, realisasi hanya sekitar Rp 1 miliar.
Ketua KONI Kota Madiun Edwin Susanto mengatakan, dana tersebut dialokasikan untuk seluruh cabang olahraga (cabor).
“Untuk semua cabor, total ada 46 cabor, termasuk kebutuhan operasional KONI,” ujarnya, kemarin (24/3).
Pembagian anggaran tidak dilakukan merata.
Alokasi ditentukan berdasarkan capaian prestasi masing-masing cabor.
“Yang punya prestasi, terutama peraih medali emas, tentu mendapat porsi lebih besar,” jelasnya.
Penentuan anggaran menggunakan sistem indeks penilaian.
Nominal yang diterima tiap cabor berbeda sesuai kebutuhan dan skala kegiatan.
“Tidak bisa disamaratakan. Ada yang kegiatannya kecil, ada yang besar,” imbuhnya.
Meski anggaran terbatas, pembinaan atlet dipastikan tetap berjalan.
“Alhamdulillah, cabor tetap semangat meski tidak menuntut lebih,” katanya.
KONI akan meningkatkan pembinaan melalui program pemusatan latihan.
Langkah tersebut sebagai persiapan menghadapi Porprov Jatim 2027 di Surabaya.
“Kami pantau terus perkembangan atlet menuju Porprov,” tegasnya.
Pembinaan juga dilakukan melalui jenjang kompetisi seperti popda dan porkot.
“Pembinaan harus terus jalan untuk mencetak prestasi,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto