Jawa Pos Radar Madiun – Aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Madiun kembali masuk kerja usai libur Lebaran, Rabu (25/3).
Aktivitas diawali halalbihalal bersama forkopimda di halaman Balai Kota.
Momentum itu dimanfaatkan untuk menegaskan arah pembangunan.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun memastikan, fokus pemkot bergeser.
Bukan lagi proyek fisik besar, melainkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan publik.
“Kita punya waktu yang dikurangi, tapi kualitas harus tetap dipertanggungjawabkan. Pelayanan publik harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Seluruh OPD diminta menjaga kualitas layanan di tengah penyesuaian anggaran.
Pengawasan layanan diperkuat melalui sistem digital.
Salah satunya optimalisasi command center sebagai kanal pengaduan masyarakat.
“Teman-teman OPD kita dorong aktif berinteraksi dan memantau pelayanan, terutama secara online,” ujarnya.
Pembangunan fisik tidak menjadi prioritas.
Pemkot hanya fokus pada pemeliharaan tanpa proyek besar hingga beberapa tahun ke depan.
“Ke depan sampai 2029 tidak ada pembangunan besar. Kita fokus ke SDM,” tegasnya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian strategi jangka panjang menuju 2030.
Program yang telah direncanakan tetap dijalankan sesuai perencanaan.
“Kalau ada yang tidak bisa jalan karena aturan, pasti akan kami sampaikan ke DPRD,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto