Jawa Pos Radar Madiun – Lonjakan penumpang angkutan bus di Terminal Purbaya Madiun mulai terjadi pada arus balik Lebaran 2026.
Puncak pergerakan diprediksi terjadi pada 29 Maret, seiring berakhirnya masa libur dan dimulainya kembali aktivitas kerja serta sekolah.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Purbaya Madiun, Ali Imran Hariyadi, mengatakan lonjakan tertinggi sementara terjadi pada 24 Maret.
Pada hari tersebut, tercatat 863 bus AKAP dan AKDP masuk dengan total 19.276 penumpang.
“Kenaikan kedatangan bus mencapai 190,57 persen. Penumpang naik 442,99 persen,” ujarnya.
Selama 21–24 Maret, tren peningkatan terlihat jelas.
Jumlah bus pada 21 Maret: 716 bus, 22 Maret: 796 bus, 23 Maret: 868 bus, dan 24 Maret: 863 bus.
Jumlah penumpang pada 21 Maret: 10.431 orang, 22 Maret: 15.879 orang, 23 Maret: 15.052 orang dan 24 Maret: 19.276 orang.
Lonjakan ini membuat operator bus kewalahan dalam melayani penumpang.
Untuk mengatasi lonjakan, terminal mengizinkan 30 bus pariwisata beroperasi secara insidental.
Namun antrean penumpang tetap terjadi hingga malam hari.
“Sampai pukul 22.00 masih ada penumpang belum berangkat karena armada terlambat dari Jakarta,” jelas Imran.
Sebagian penumpang bahkan baru bisa diberangkatkan pada dini hari.
Arus balik juga dibantu program pemerintah.
Sebanyak 300 penumpang diberangkatkan melalui program Kementerian Perhubungan.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta turut mengirim 10 bus tambahan.
Tujuan utama penumpang didominasi Jakarta dan wilayah Jabodetabek.
Untuk mengantisipasi lonjakan, petugas disiagakan penuh selama periode 13–31 Maret.
Pengamanan melibatkan TNI dan Polri selama 24 jam.
“Kami tidak libur karena pelayanan harus maksimal,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto