Jawa Pos Radar Madiun – Libur Lebaran yang relatif singkat tak menyurutkan geliat wisata di Kota Madiun.
Pahlawan Street Center (PSC) justru menjadi magnet utama. Kunjungan wisatawan tembus belasan ribu per hari sepanjang 20–24 Maret.
Berdasarkan traffic counting CCTV, total kunjungan tertinggi terjadi pada 20 Maret mencapai 15.239 orang.
Disusul 23 Maret dengan 15.174 pengunjung dan 22 Maret sebanyak 15.163.
Sementara 21 Maret tercatat 13.518 pengunjung. Hanya pada 24 Maret turun menjadi 7.724.
Plt Kepala Disbudparpora Kota Madiun Noor Aflah mengatakan, tingginya kunjungan ditopang rangkaian event harian selama libur Lebaran.
Kegiatan dipusatkan di PSC dan kawasan balai kota.
’’Karena libur Lebaran tahun ini pendek, kami antisipasi dengan event setiap hari. Baik dari komunitas maupun swasta,’’ ujarnya, Kamis (26/3).
Salah satu daya tarik baru adalah dibukanya Balai Kota Madiun sebagai destinasi wisata heritage.
Program tersebut langsung diserbu masyarakat sejak hari kedua Lebaran.
’’Di hari kedua Lebaran kita buka wisata heritage di balai kota. Antusiasnya tinggi, kuota langsung habis dalam beberapa jam,’’ terangnya.
Selain itu, berbagai agenda seperti Kampung Ramadan hingga pertunjukan barongsai turut menyedot perhatian.
Event tersebut tidak hanya menarik warga lokal, tetapi juga pengunjung dari luar daerah.
Aflah menyebut, rata-rata kunjungan harian berada di kisaran 13 ribu hingga 15 ribu orang.
Data tersebut dihimpun melalui teknologi CCTV analitik berbasis AI yang mampu mendeteksi volume kendaraan dan pengunjung di titik strategis.
’’Kami bisa tahu jam sibuk dan titik padat, sehingga penanganannya lebih tepat,’’ terang Aflah yang juga menjabat kepala diskominfo.
Data tersebut dimanfaatkan untuk pengaturan pengamanan, penempatan petugas, hingga pengelolaan kebersihan kawasan wisata.
Meski belum menghitung pasti perputaran ekonomi selama Lebaran, dia memastikan sektor perhotelan ikut terdongkrak. Okupansi hotel meningkat seiring tingginya aktivitas wisata.
Ke depan, pemkot berencana menggelar event secara berkala.
Salah satunya pertunjukan barongsai yang akan dijadwalkan rutin tiap bulan di sejumlah titik.
’’Fokus kami memang peningkatan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata,’’ tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto