Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Hitung Kebutuhan Formasi ASN 2026, Pemkot Madiun Terapkan Konsep Zero Growth

Hengky Ristanto • Jumat, 27 Maret 2026 | 11:00 WIB
Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto. FOTO: DOK RADAR MADIUN
Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto. FOTO: DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mulai mematangkan usulan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) tahun 2026.

Penyusunan formasi mengacu kebijakan Kementerian PAN-RB dengan prinsip selektif dan konsep zero growth.

Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan, saat ini pemkot masih menghitung kebutuhan riil pegawai.

Termasuk memetakan kekurangan berdasarkan kondisi eksisting.

’’Masih kami hitung kondisi yang ada, kebutuhan minimal, dan kekurangannya berapa,’’ ujarnya, kemarin (26/3).

Pengajuan formasi ASN 2026 merujuk pada surat Menteri PAN-RB Nomor B/1553/M.SM.01.00/2026.

Dalam kebijakan tersebut, penambahan ASN dibatasi dan difokuskan pada sektor pelayanan dasar.

’’Prioritasnya untuk tenaga kesehatan (nakes) dan guru,’’ tegas Soeko.

Selain sektor prioritas, penyusunan formasi juga mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah, kebutuhan organisasi, serta jumlah ASN yang akan memasuki masa pensiun.

Meski jumlah pegawai terbatas, pemkot memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

’’Yang sudah ada harus kami optimalkan, tidak boleh pelayanan kurang,’’ kata mantan kepala disperkim tersebut.

Sementara kekosongan jabatan struktural akan diatasi melalui mutasi dan promosi internal.

Namun, proses tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.

’’Karena ini masih Plt, harus dilaporkan ke Mendagri. Masih proses,’’ tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#formasi ASN #Zero growth ASN #ASN 2026 #tenaga kesehatan #CPNS 2026 #madiun #guru madiun #Pemkot Madiun