Jawa Pos Radar Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menggelar pemeriksaan mendadak terhadap petugas selama masa arus balik Lebaran.
Pemeriksaan difokuskan pada deteksi penyalahgunaan narkoba dan alkohol.
Kegiatan yang berlangsung Jumat (27/3) itu dilakukan secara acak di tengah padatnya pelayanan penumpang.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar petugas lapangan, tetapi juga jajaran manajemen.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik dan mental petugas.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas utama. Semua petugas harus dalam kondisi prima dan bebas narkoba maupun alkohol,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim medis melakukan tes urine, pengecekan kadar alkohol, hingga pemeriksaan kesehatan dasar seperti tensi, nadi, gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Selain itu, petugas juga diberikan edukasi terkait manajemen kelelahan (fatigue management) guna menjaga konsentrasi selama masa pelayanan intensif.
Tohari menyebut, meski arus balik mulai melandai, volume penumpang masih cukup tinggi.
Hingga Jumat (27/3) pukul 15.00, jumlah keberangkatan tercatat 13.050 penumpang.
Secara kumulatif sejak 11 Maret, total penumpang berangkat mencapai 172.801 orang.
Sementara jumlah kedatangan tercatat 9.211 penumpang atau total 208.771 orang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh petugas dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba dan dalam kondisi sehat.
“Semua petugas fit dan siap melayani pelanggan,” tandasnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto