Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mulai mematangkan persiapan Hari Jadi Kota Madiun (HJM) ke-108.
Pembahasan awal dilakukan Disbudparpora bersama Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun di balai kota, kemarin (27/3).
Sejumlah agenda telah disiapkan. Mulai Madiun Kreatif Fest, Madiun Carnival, khitanan massal, Madiun Mantu hingga pagelaran wayang kulit.
Bagus menegaskan, konsep perayaan tahun ini berbeda.
Pemkot tidak akan menghadirkan artis atau talenta dari luar daerah sebagai bagian dari efisiensi anggaran sekaligus pemberdayaan potensi lokal.
’’Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi talenta lokal Madiun untuk tampil,’’ ujarnya.
Menurutnya, seluruh sektor telah menyiapkan agenda masing-masing.
Mulai kebudayaan, pariwisata hingga olahraga dengan pelibatan masyarakat secara luas.
’’Bagaimana seluruh masyarakat Kota Madiun bisa terlibat dalam HJM ini,’’ jelasnya.
Meski mengutamakan talenta lokal, pemkot tetap membuka peluang partisipasi dari luar daerah.
Baik sebagai peserta maupun penonton guna meningkatkan daya tarik kota.
Sejumlah inovasi juga disiapkan. Di sektor pariwisata, akan digelar kompetisi video mapping sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif.
Selain itu, berbagai perguruan pencak silat akan tampil dalam satu panggung bersama.
Sementara cabang olahraga seperti tinju dan MMA direncanakan digelar di ruang terbuka.
’’Kami ingin mengenalkan berbagai seni bela diri ke masyarakat. Makanya ditampilkan di ruang terbuka, bukan di GOR,’’ tegasnya.
Bagus menambahkan, perayaan HJM ke-108 menjadi momentum membangun narasi baru Kota Madiun.
Salah satunya melalui penguatan kawasan Pahlawan Street Center (PSC) sebagai ikon kota.
’’Temanya transformasi Kota Madiun. Kami ingin membangun cerita kota dari tingkat kelurahan hingga ke PSC,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto