Jawa Pos Radar Madiun – Penggunaan APBD Kota Madiun tahun 2025 menyisakan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) cukup besar. Nilainya mencapai Rp 113 miliar.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyebut, Silpa tersebut akan dimanfaatkan kembali pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2026.
’’Silpa tersebut sebagian berasal dari belanja yang tidak terserap maupun pengembalian anggaran,’’ ujarnya dalam rapat paripurna, Jumat (27/3).
Menurutnya, sejumlah program belum terealisasi karena kendala proses. Namun, anggaran tersebut tetap akan dialokasikan untuk mendukung kegiatan tahun berikutnya.
’’Yang tidak terserap itu karena ada pengembalian dan beberapa kegiatan belum bisa terlaksana. Nanti digunakan di (PAK) 2026,’’ jelasnya.
Bagus juga menyoroti penggunaan belanja tidak terduga (BTT) yang relatif kecil. Dari total anggaran sekitar Rp 7,2 miliar, realisasinya hanya sekitar Rp 200 juta.
Kondisi tersebut menunjukkan tidak adanya kebutuhan darurat yang signifikan sepanjang tahun lalu.
’’BTT memang untuk kondisi darurat. Kalau tidak terpakai, berarti kondisi daerah aman,’’ katanya.
Di sisi lain, pemkot menargetkan peningkatan pendapatan daerah pada 2026. Hal itu seiring potensi penurunan transfer dari pemerintah pusat.
Optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) menjadi fokus utama.
’’Kalau dari pusat turun, maka PAD harus kita maksimalkan,’’ tegasnya.
Sektor jasa dan perdagangan menjadi andalan dalam mendongkrak PAD.
Selain itu, masuknya investor baru diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
’’Kami lihat sektor jasa dan perdagangan terus naik, ditambah investor yang mulai masuk,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto