Jawa Pos Radar Madiun – Persoalan sampah menjadi perhatian serius Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun.
Dia menyentil kinerja aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai belum maksimal menjaga kebersihan kota.
Teguran itu muncul setelah aduan masyarakat membludak selama libur Lebaran. Keluhan didominasi persoalan kebersihan lingkungan.
’’Komplain masyarakat luar biasa, terutama soal kebersihan. Ini tidak bisa dibiarkan,’’ ujarnya saat memimpin apel pegawai di halaman balai kota kemarin (30/3).
Bagus menegaskan, pola kerja sektoral harus ditinggalkan. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta tidak saling lempar tanggung jawab.
’’Kalau lihat kotor ya bersihkan. Jangan menunggu itu tugas dinas mana,’’ tegasnya.
Data pengaduan menunjukkan persoalan sampah menjadi laporan terbanyak. Hal itu dinilai sebagai indikator respons lapangan yang belum optimal.
Karena itu, ASN diminta lebih responsif dan cepat bergerak.
Selain ASN, masyarakat juga dilibatkan dalam menjaga kebersihan. Termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan fasilitas publik.
’’Sudah difasilitasi, harus ikut menjaga,’’ katanya.
Bagus juga menegaskan akan menertibkan PKL yang tidak disiplin. Termasuk yang meninggalkan peralatan di lokasi berjualan.
Di sisi lain, DPUPR dan DLH diminta segera mengecek saluran drainase untuk mengantisipasi potensi banjir.
’’Semua titik harus dicek,’’ ujarnya.
Dia memastikan evaluasi kinerja ASN akan berdampak pada pengembangan karier.
’’Kinerja akan jadi ukuran. Yang cepat bekerja akan kami dorong,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto