Jawa Pos Radar Madiun – Skema perjalanan ibadah haji calon jemaah haji (CJH) Kota Madiun mulai dipastikan.
Sebanyak 19 jemaah ditetapkan mengikuti program murur saat puncak ibadah di Masyair.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan, seluruh CJH kloter 22 tidak mengambil skema tanazul.
’’CJH kloter 22 tidak mengikuti tanazul. Ada 19 jemaah mengikuti murur,’’ ujarnya, kemarin (31/3).
Selain itu, CJH juga sepakat mengambil skema nafar awal. Yakni meninggalkan Mina lebih cepat menyesuaikan jadwal kepulangan kloter awal.
’’Karena kloter awal, setelah rangkaian ibadah harus siap pulang,’’ jelasnya.
Ketua Kloter SUB 22 Zainal Arifin menambahkan, pendataan jemaah murur dilakukan berbasis hasil medical check up (MCU).
Prioritas diberikan kepada jemaah risiko tinggi, disabilitas, serta pendamping.
’’Data masih akan divalidasi sesuai hasil MCU,’’ terangnya.
Saat ini, persiapan haji Kota Madiun telah mencapai sekitar 95 persen dan berjalan sesuai rencana.
Namun, jadwal penerbangan mengalami penyesuaian. Keberangkatan mundur dari pukul 03.00 menjadi 06.00.
’’Saya pikir teman-teman semuanya sudah siap,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto