Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Inflasi Madiun Maret 0,49 Persen, Dipicu Lonjakan Harga Pangan

Erlita H • Jumat, 3 April 2026 | 10:45 WIB
Komoditas daging ayam dan sayuran mendominasi penyumbang inflasi Kota Madiun pada Maret 2026. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Komoditas daging ayam dan sayuran mendominasi penyumbang inflasi Kota Madiun pada Maret 2026. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Inflasi Kota Madiun pada Maret 2026 tercatat 0,49 persen secara bulanan (m-to-m).

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama dalam tiga tahun terakhir.

Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Aziz, mengatakan inflasi tahunan (y-on-y) mencapai 1,00 persen.

’’Inflasi bulan ini lebih rendah dibandingkan Maret 2024 dan 2025,’’ ujarnya, kemarin (2/4).

Menurut Aziz, inflasi dipengaruhi meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri.

Mobilitas masyarakat saat mudik dan arus balik juga ikut mendorong kenaikan harga.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau (mamin) menjadi penyumbang terbesar inflasi, yakni 0,37 persen.

Disusul sektor transportasi yang menyumbang 0,10 persen.

Komoditas utama penyumbang inflasi di antaranya daging ayam ras sebesar 5,58 persen.

Selain itu, tomat naik 24,86 persen, bayam 23,38 persen, dan kangkung 19,78 persen.

Di sektor transportasi, angkutan antarkota menyumbang 17,64 persen dan kendaraan carter/rental 14,76 persen.

’’Beras, bensin, air kemasan, dan daging sapi juga turut memicu inflasi,’’ jelasnya.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi.

Di antaranya cabai rawit yang turun 8,42 persen, serta ketimun, bawang putih, dan minyak goreng.

Secara regional, inflasi Madiun lebih tinggi dibandingkan gabungan 11 kabupaten/kota di Jawa Timur sebesar 0,39 persen dan nasional 0,41 persen.

Namun, inflasi tahunan Madiun masih lebih rendah dibandingkan regional.

’’Y-on-y Madiun 3,45 persen, lebih rendah dari gabungan daerah yang 3,79 persen,’’ tandas Aziz. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#ramadan lebaran #ekonomi madiun #harga pangan #inflasi madiun #BPS Madiun