Jawa Pos Radar Madiun – Program jelajah wisata religi dan heritage yang digagas Pemkot Madiun disambut antusias warga.
Puluhan peserta mengikuti tur yang mengunjungi balai kota hingga masjid kuno, Sabtu (4/4).
Peserta diberangkatkan dari Balai Kota Madiun menggunakan bus Mabour sekitar pukul 15.00 WIB.
Rute pertama menuju Masjid Kuno Kuncen.
Di lokasi tersebut, peserta mendapat penjelasan sejarah masjid yang didirikan Pangeran Timur pada 1568.
Takmir masjid, Muhammad Efendi, menyebut berbagai peninggalan masih terjaga.
Mulai bedug, gentong batu hingga area makam tokoh Madiun.
Warga Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Imas Tiorini mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
’’Kesempatan langka bisa masuk balai kota dan tahu sejarahnya,’’ ujarnya.
Perjalanan dilanjutkan ke Masjid Kuno Taman.
Namun, hujan deras membuat peserta tidak bisa turun dari kendaraan.
Rombongan kembali ke balai kota untuk melanjutkan wisata heritage.
Sejarawan Septia D. Kharisma menjelaskan sejarah bangunan peninggalan Belanda tersebut.
Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menyebut program ini merupakan inisiasinya.
Lebih dari 50 peserta mengikuti kegiatan perdana.
’’Kami buka jalur wisata religi yang dikolaborasikan dengan wisata heritage balai kota,’’ ujarnya.
Program ini bertujuan mengenalkan sejarah Kota Madiun.
Sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata.
Balai Kota kini mulai dikenalkan sebagai destinasi heritage.
Ke depan, program akan dijadwalkan rutin, terutama saat hari libur.
’’Targetnya bisa menjadi daya tarik wisata baru di Kota Madiun,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto