Jawa Pos Radar Madiun – Bapenda Kota Madiun tancap gas mengejar target pajak bumi dan bangunan (PBB) tahun ini.
Layanan keliling bertajuk Pelayanan Keliling Bagi Wajib Pajak (Paling Bijak) diandalkan untuk mendongkrak kepatuhan masyarakat.
Program jemput bola tersebut menyasar berbagai titik keramaian. Mulai Alun-Alun Kota Madiun, Gulun, Pahlawan Street Center (PSC), hingga kawasan lapak UMKM.
Kepala Bapenda Kota Madiun Jariyanto mengatakan, layanan tersebut digulirkan untuk mempermudah wajib pajak.
“Wajib pajak tidak perlu datang ke kantor. Kami yang mendatangi,” ujarnya, Kamis (9/4).
Baca Juga: Adira Expo Madiun Banjir Promo, DP Ringan hingga Cashback
Respons masyarakat terbilang tinggi. Dalam satu kali layanan di Lapak UMKM Kelun, sekitar 100 wajib pajak memanfaatkan fasilitas tersebut.
Secara kumulatif hingga 9 April 2026, realisasi pembayaran PBB telah mencapai 10,72 persen atau sekitar Rp 2,4 miliar.
Tahun ini, Bapenda menargetkan penerimaan PBB sebesar Rp 22,36 miliar dari 55.904 wajib pajak.
Namun, potensi peningkatan relatif terbatas. Pasalnya, objek pajak bersifat statis karena tidak ada penambahan wilayah.
Selain pembayaran, layanan keliling juga melayani pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) serta konsultasi perpajakan.
Baca Juga: Skrining Jemput Bola, 39 Kasus TBC Terungkap di Madiun
Untuk pembetulan data PBB, masyarakat tetap harus melalui survei lapangan.
Bapenda mengingatkan wajib pajak agar segera melunasi kewajibannya sebelum jatuh tempo pada 30 September 2026.
Selama April, disediakan souvenir bagi wajib pajak yang melakukan pembayaran lebih awal.
“Pembayaran PBB juga menjadi syarat berbagai urusan, termasuk pengajuan perbankan,” jelasnya.
Salah satu warga Kelun, Heri Purwantoro mengaku terbantu dengan layanan tersebut.
“Lebih mudah, tidak perlu jauh-jauh,” ujarnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto