Jawa Pos Radar Madiun – Tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Jawa Timur tahun pelajaran 2026/2027 mulai disosialisasikan. Proses pendaftaran dipastikan diawali melalui jalur domisili.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, mekanisme SPMB secara umum tidak mengalami perubahan signifikan.
“Domisili kita jadikan tahap awal. Tapi secara mekanisme tidak ada perubahan,” ujarnya, Jumat (10/4).
Pendaftaran SPMB tahun ini dibagi dalam empat tahap. Jalur domisili dibuka pada 11–15 Juni. Selanjutnya jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi lomba.
Tahap berikutnya adalah jalur prestasi akademik SMA pada 24–29 Juni, serta jalur prestasi akademik SMK pada 30 Juni hingga 4 Juli.
Menurut Aries, penyusunan tahapan tersebut bertujuan menyeragamkan sistem penerimaan siswa baru di seluruh wilayah Jawa Timur.
Saat ini, pihaknya juga menggencarkan sosialisasi ke berbagai daerah agar masyarakat memahami teknis pelaksanaan secara menyeluruh.
“Mudah-mudahan masyarakat lebih memahami teknis pelaksanaan,” jelasnya.
Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap perubahan sistem.
Informasi SPMB dapat diakses melalui berbagai layanan digital, termasuk platform AI Senopati.
Selain itu, Aries menegaskan tidak ada lagi istilah sekolah favorit dalam sistem penerimaan siswa baru.
“Tidak ada sekolah favorit. Yang penting sesuai kemampuan dan dekat dengan rumah,” katanya.
Menurutnya, pemilihan sekolah harus disesuaikan dengan kemampuan akademik dan domisili agar siswa lebih nyaman dalam menjalani proses belajar.
Pemaksaan masuk sekolah tertentu justru berisiko membuat siswa kesulitan mengikuti pembelajaran.
“Harus realistis melihat kemampuan,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto