Jawa Pos Radar Madiun – Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkot Madiun segera dibuka.
Usulan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) telah diajukan ke Kementerian PAN-RB.
Kepala BKPSDM Kota Madiun Haris Rahmanudin mengatakan, pengusulan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil organisasi perangkat daerah (OPD).
“Prinsipnya memang ada kebutuhan. Yang pasti kota sudah mengusulkan, meski jumlahnya terbatas,” ujarnya, Jumat (10/4).
Haris belum merinci jumlah formasi maupun jenis jabatan yang diusulkan.
Namun, penyusunan kebutuhan dilakukan dengan mengacu pada regulasi pemerintah pusat.
Prioritas utama diarahkan pada sektor pelayanan dasar. Yakni pendidikan dan kesehatan.
Selain itu, jumlah ASN yang akan memasuki masa pensiun juga menjadi pertimbangan utama dalam pengajuan formasi.
Begitu pula dengan kemampuan fiskal daerah dalam membiayai belanja pegawai.
“Kami harus mempertimbangkan regulasi dan kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.
Tak hanya rekrutmen CPNS, penataan pejabat struktural juga menjadi perhatian Pemkot Madiun.
Evaluasi terus dilakukan terhadap pejabat administrator sebagai bagian dari persiapan regenerasi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP).
Dalam proses seleksi maupun promosi jabatan, indikator penilaian tidak hanya berbasis kompetensi dan pendidikan. Aspek inovasi kini menjadi poin penting.
“Pejabat harus menunjukkan performa terbaik dan mampu berinovasi,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto