Jawa Pos Radar Madiun – Lonjakan permohonan administrasi kependudukan terjadi di Kota Madiun pascalebaran.
Dispendukcapil mencatat peningkatan hingga hampir 50 persen.
Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Madiun Poedjo Soeprantio mengatakan, tren kenaikan terjadi setelah masa libur.
“Setelah Lebaran naik. Sekitar 30 sampai hampir 50 persen,” ujarnya, Sabtu (11/4).
Jenis layanan yang paling banyak diurus adalah KTP.
Mulai perekaman baru, penggantian karena rusak, hingga kehilangan.
“Paling banyak KTP, kemudian KK,” jelasnya.
Lonjakan dipicu kebutuhan administrasi masyarakat.
Seperti keperluan pendidikan hingga seleksi kepolisian.
Mobilitas warga saat libur juga turut memengaruhi peningkatan layanan.
Meski demikian, antrean masih terkendali.
Dispendukcapil tetap membuka layanan akhir pekan untuk mengurai penumpukan.
“Sabtu Minggu buka, jadi tidak sampai membludak,” katanya.
Ketersediaan blanko KTP juga dipastikan aman.
Jika stok menipis, pengajuan langsung dilakukan ke pemerintah pusat.
“Kalau tinggal seribu, langsung minta lagi,” tegasnya.
Untuk warga luar daerah, Dispendukcapil mendorong pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Langkah tersebut dinilai lebih praktis tanpa bergantung pada blanko fisik.
“Untuk luar kota disarankan pakai IKD,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto