Jawa Pos Radar Madiun – Nama Elijah William Hinzman mulai diperhitungkan di dunia muaythai.
Di usia 15 tahun, remaja asal Maospati, Magetan itu sudah mencatat puluhan laga profesional dan menembus panggung internasional.
Perjalanan Elijah bermula saat pandemi Covid-19.
Dia bersama keluarga berada di Thailand.
Dari situ, muaythai menjadi titik balik hidupnya.
“Kami butuh kegiatan, akhirnya pilih muaythai,” ujarnya.
Sejak usia 9 tahun, Elijah berlatih intensif.
Rutinitasnya meliputi lari hingga 10 kilometer, latihan fisik, hingga teknik berjam-jam setiap hari.
Kesempatan naik ring datang pada usia 11 tahun.
Kariernya pun melesat.
Elijah mulai meraih gelar di berbagai stadion di Thailand.
Bahkan, di usia 13 tahun sudah menghadapi petarung dewasa.
“Kalau lawan orang dewasa, persiapannya lebih intensif,” ujar ayahnya, Chad Hinzman.
Dalam empat tahun, Elijah telah menjalani 41 pertandingan profesional.
Dia juga menyandang gelar juara nasional Muaythai Indonesia kelas 55 kilogram.
Prestasi itu diraih setelah mengalahkan atlet senior di Jakarta.
Di ajang Porprov Jawa Timur, Elijah tampil dominan.
Empat lawan ditumbangkan dengan KO di ronde pertama.
Kini, Elijah telah mencicipi Rajadamnern World Series (RWS).
Salah satu panggung muaythai paling bergengsi di dunia.
Dalam waktu dekat, dia dijadwalkan bertanding di Jakarta.
Menghadapi juara nasional Malaysia.
Agustus mendatang, Elijah diproyeksikan tampil di PON Bela Diri di Manado.
Saat ini, Elijah bersama keluarga menetap sementara di Madiun.
Selain menunggu proses visa ke Thailand, dia juga mulai berbagi ilmu dengan atlet lokal.
Sang ayah berencana membuka gym di Maospati.
“Potensi atlet muda ada, tapi fasilitas masih terbatas,” tandasnya.
Editor : Hengky Ristanto