Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Amir Jadi Plt Ketua Askot PSSI Madiun, Nasib PSM Dipertanyakan

Hengky Ristanto • Senin, 13 April 2026 | 07:30 WIB
Amir Burhannudin ditunjuk sebagai Plt Ketua Askot PSSI Madiun usai pengurus lama dicabut. Proses pemilihan ketua definitif disiapkan. FOTO: PSSI JATIM
Amir Burhannudin ditunjuk sebagai Plt Ketua Askot PSSI Madiun usai pengurus lama dicabut. Proses pemilihan ketua definitif disiapkan. FOTO: PSSI JATIM

MADIUN – Kekosongan kursi Ketua Askot PSSI Kota Madiun akhirnya terisi sementara.

Asprov PSSI Jawa Timur resmi menunjuk Amir Burhannudin sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Askot PSSI Madiun.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor SKEP/006/PSSI-Jatim/PLT/III/2026 yang ditetapkan di Surabaya, 2 Maret 2026.

Amir mendapat mandat menjalankan roda organisasi sekaligus menyiapkan pemilihan ketua definitif.

Keputusan itu diambil setelah Ketua Askot PSSI Madiun sebelumnya, Andi Raya Bagus Miko Saputra, meninggal dunia.

Selain itu, Asprov PSSI Jatim juga mencabut susunan pengurus Askot PSSI Madiun periode 2023–2027 sehingga kepengurusan lama dinyatakan tidak berlaku.

Dalam SK tersebut, Plt memiliki kewenangan menjalankan organisasi dan menyiapkan tahapan pemilihan ketua dalam waktu maksimal enam bulan.

’’Plt diberi kewenangan menjalankan organisasi dan menyiapkan tahapan penunjukan ketua,’’ sebagaimana tertuang dalam SK.

Penunjukan ini disebut sebagai bagian dari penataan administrasi organisasi agar lebih tertib.

Asprov juga menekankan pentingnya komunikasi intensif antara Askot dan tingkat provinsi dalam pengambilan keputusan.

Sementara itu, pengamat sepak bola Madiun Dasril Yan Chaniago menilai penunjukan Plt sah secara prosedural. Namun, perannya dinilai terbatas.

’’Plt itu bukan menjalankan semua kegiatan organisasi. Tugas utamanya menyiapkan pemilihan ketua definitif,’’ ujarnya.

Dasril juga menyoroti kondisi PSM Madiun yang dinilai belum transparan dalam pengelolaan.

’’PSM ini seperti ‘hantu’. Masyarakat tahu ada, tapi tidak tahu siapa yang mengelola,’’ tegas mantan anggota Komisi Disiplin Askot PSSI Madiun tersebut.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi catatan serius bagi perkembangan sepak bola di Kota Madiun.

Askot PSSI Madiun diminta kembali fokus pada pembinaan di level daerah.

Selain itu, Dasril menekankan pentingnya kriteria kuat bagi calon ketua definitif.

Tidak hanya dari pengalaman bermain, tetapi juga kemampuan manajerial.

’’Sepak bola sekarang tidak cukup hanya punya pengalaman bermain saja, tetapi harus paham manajemen,’’ katanya.

Dia menambahkan, faktor finansial, jaringan, serta akses terhadap pemangku kebijakan menjadi kunci bagi calon ketua.

’’Kalau tidak punya faktor itu, akan stagnan,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, penunjukan Amir Burhannudin sebagai Plt Ketua Askot Madiun mengejutkan pengurus lama.

Pasalnya, tidak ada musyawarah sebelumnya dengan Askot.

’’Karena dengan kondisi ini, hak voters kami bisa saja dicabut,’’ kata Adhimas Kencana Saputra, Sekretaris Askot PSSI Kota Madiun periode 2023–2027. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#amir burhannudin #psm madiun #sepak bola madiun #Asprov PSSI Jatim #Askot PSSI Madiun