MADIUN – Rekrutmen calon pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kota Madiun untuk peringatan HUT ke-81 RI memasuki tahap akhir.
Dari ratusan pendaftar, hanya puluhan peserta yang bertahan hingga seleksi terakhir.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Madiun mencatat sekitar 320 pelajar mengikuti seleksi yang dibuka secara daring sejak 23 Februari hingga 8 Maret.
Proses seleksi dilakukan melalui tujuh tahapan.
Mulai dari administrasi, tes Pancasila dan wawasan kebangsaan, inteligensi umum, kesehatan dan parade, peraturan baris berbaris, kesamaptaan, hingga penilaian kepribadian.
Hasilnya, tersisa 85 peserta yang lolos hingga tahap akhir. Rinciannya, 53 putra dan 32 putri.
’’Kami ambil 67 peserta Paskibraka, terdiri dari 65 tingkat kota dan dua di tingkat Jatim,’’ ujar Kepala Bakesbangpol Kota Madiun Subakri, kemarin (13/4).
Tahap akhir berupa seleksi kepribadian digelar di Gedung Diklat.
Proses ini melibatkan psikolog dari Dinkes-PPPKB serta Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun.
Penentuan akhir atau pantukhir akan dilakukan setelah seluruh nilai seleksi diakumulasi.
’’Besok (hari ini, Red) tinggal pengumuman pantukhir. Semua nilai akan diakumulasikan,’’ jelasnya.
Peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya akan menjalani pembinaan oleh Purna Paskibraka Indonesia (PPI).
Mereka kemudian mengikuti latihan intensif hingga karantina menjelang peringatan HUT RI pada Agustus mendatang.
Latihan dipusatkan di Alun-Alun Madiun dengan melibatkan pelatih dari Yonif 501, Kodim 0803, Polres Madiun Kota, serta instansi terkait.
Subakri menyebut, aturan seleksi tahun ini relatif sama.
Namun, terdapat penyesuaian tinggi badan untuk peserta perempuan dari 165 sentimeter menjadi 164 sentimeter.
’’Alhamdulillah dengan penyesuaian itu kuota bisa terpenuhi,’’ imbuhnya.
Ia menegaskan, seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional dengan mempertimbangkan keseimbangan tim sesuai ketentuan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
’’Paskibra itu kebutuhan tim, jadi seleksi harus proporsional,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto