MADIUN – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) asal Kota Madiun mulai bersiap menjalankan tugas di Arab Saudi.
Salah satunya Miftahul Huda yang ditunjuk sebagai petugas non-kloter di Daerah Kerja (Daker) Madinah.
Pengasuh Ponpes Kanzul Ulum tersebut akan mengemban tugas sebagai koordinator layanan jemaah lansia dan disabilitas di sektor 4.
“Fokus kami memastikan layanan jemaah, terutama lansia, berjalan optimal,” ujarnya, Minggu (19/4).
Petugas Daker Madinah dijadwalkan berangkat lebih awal pada 17–18 April.
Masa penugasan berlangsung sekitar 77 hari hingga awal Juli.
Miftah menjelaskan, petugas non-kloter memiliki peran penting dalam menyiapkan layanan jemaah di wilayah kerja masing-masing.
Mulai dari kesiapan hotel, konsumsi, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Di sektor 4, terdapat 26 hotel yang harus dikoordinasikan selama pelaksanaan ibadah haji.
Tahun ini, pelayanan jemaah lansia menjadi prioritas utama.
Data Kementerian Agama mencatat sekitar 33 ribu jemaah lansia dan disabilitas dari total lebih dari 200 ribu jemaah Indonesia.
Setiap hotel diwajibkan menyediakan fasilitas pendukung, termasuk kursi roda.
“Minimal 10 kursi roda di setiap hotel,” jelasnya.
Petugas juga melakukan pengecekan langsung untuk memastikan seluruh fasilitas tersedia sesuai standar.
Jika ditemukan kekurangan, koordinasi akan segera dilakukan dengan pihak hotel.
Miftah menambahkan, mobilitas jemaah di Madinah cukup tinggi karena sistem rotasi yang berlangsung cepat.
Pengalamannya sebagai Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) pada 2024 menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas kali ini.
“Saat ini, persiapan sudah mencapai sekitar 90 persen,” ungkapnya.
Editor : Hengky Ristanto