Jawa Pos Radar Madiun – Kasus kebakaran di Kota Madiun sepanjang awal tahun ini masih cukup tinggi.
Sejak Januari hingga 19 April 2026, tercatat 14 kejadian kebakaran.
Data tersebut dihimpun Satpol PP dan Damkar Kota Madiun. Mayoritas kejadian tergolong skala kecil.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Gamal Arfan Afandie mengatakan, dari total kejadian, 10 di antaranya merupakan kebakaran skala kecil.
“Sebanyak 10 kasus skala kecil,” ujarnya, kemarin (20/4).
Menurut dia, kebakaran kecil umumnya dipicu kebocoran gas, korsleting listrik, hingga insiden di dapur dan kendaraan.
Sementara itu, empat kejadian lainnya masuk kategori besar. Di antaranya kebakaran ruko Pasar Sri Jaya, pos kamling Sukosari, rumah warga, hingga gudang kosong.
Meski jumlah kejadian cukup banyak, tren kebakaran disebut menurun dibandingkan tahun lalu.
Namun, kondisi tersebut belum mencerminkan situasi satu tahun penuh.
Apalagi, puncak musim kemarau belum terjadi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
“Kami tetap mengimbau masyarakat waspada,” tegasnya.
Gamal menambahkan, sebagian besar kasus kebakaran dipicu kelalaian. Mulai dari instalasi listrik yang tidak aman hingga penggunaan api terbuka.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan listrik dan gas di lingkungan rumah.
“Kebakaran besar selalu berawal dari hal kecil,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto