Jawa Pos Radar Madiun – Alokasi pupuk subsidi di Kota Madiun tahun ini mencapai 1.180 ton.
Terdiri dari 695 ton urea dan 485 ton NPK untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian seluas sekitar 890 hektare.
Namun, kuota tersebut belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan riil petani.
Analis Prasarana dan Sarana Pertanian DKPP Kota Madiun Khoirul Irsad menyebutkan, kebutuhan pupuk tercatat mencapai 773 ton urea dan 706 ton NPK.
“Yang terpenuhi baru sekitar 90 persen untuk urea dan 69 persen NPK,” ujarnya, kemarin (20/4).
Distribusi pupuk terbesar berada di Kecamatan Kartoharjo dengan luas sawah 377 hektare. Wilayah tersebut mendapat alokasi 309 ton urea dan 215 ton NPK.
Selanjutnya, Kecamatan Manguharjo seluas 291 hektare memperoleh 202 ton urea dan 141 ton NPK.
Sementara Kecamatan Taman dengan luas 216 hektare mendapat 182 ton urea dan 128 ton NPK.
Hingga akhir Maret, realisasi penyaluran mencapai 167 ton urea dan 95 ton NPK. Target hingga akhir April dipatok 180 ton urea dan 115 ton NPK.
Penyaluran pupuk dilakukan melalui 38 kelompok tani dengan dukungan lima kios resmi.
Di antaranya KUD Manguharjo, KUD Kartoharjo, KUD Taman, serta dua kios swasta di Rejomulyo.
Pemkot juga memperkuat pengawasan distribusi melalui aplikasi i-Pubers dan e-Verval.
Monitoring dilakukan secara berkala bersama aparat untuk memastikan pupuk tepat sasaran.
“Pengawasan juga melibatkan pihak kepolisian,” tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto