Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Serapan Gabah Madiun Melejit, Impor Beras Tak Diperlukan

Erlita H • Kamis, 23 April 2026 | 12:00 WIB
Petani di Madiun memproses gabah hasil panen seiring meningkatnya serapan Bulog pada 2026. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Petani di Madiun memproses gabah hasil panen seiring meningkatnya serapan Bulog pada 2026. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Serapan gabah di wilayah Madiun raya melesat tajam.

Hingga April 2026, realisasinya mencapai 67.768 ton atau setara 35.175 ton beras.

Capaian ini menjadi sinyal kuat surplus produksi sekaligus memperkecil peluang impor.

Angka tersebut telah menyentuh 45 persen dari target tahun ini sebesar 77.259 ton beras.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Madiun Agung Sarianto optimistis target serapan dapat terpenuhi hingga akhir tahun.

“Kami optimistis bisa mencapai 100 persen,” ujarnya, kemarin (20/4).

Wilayah kerja Bulog Madiun meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi.

Untuk mengejar target, Bulog mempertahankan pola serapan tahun sebelumnya yang dinilai efektif.

Pada 2025, serapan bahkan melampaui target. Dari target 58.190 ton, realisasi mencapai 58.900 ton beras.

Koordinasi lapangan juga diperkuat dengan melibatkan Babinsa dan petugas pengadaan.

Langkah ini untuk memastikan gabah dipanen pada usia optimal sehingga kualitas tetap terjaga.

Di sisi lain, harga pembelian pemerintah (HPP) ditetapkan Rp 6.500 per kilogram.

Bulog juga memberikan insentif ongkos angkut Rp 200 ribu bagi petani yang mengirim gabah secara mandiri.

“Petani bisa langsung jual atau melalui kelompok tani,” jelasnya.

Agung memastikan, hingga saat ini tidak ada rencana impor beras. Stok nasional dinilai dalam kondisi aman dengan ketersediaan lebih dari 4,5 juta ton.

“Stok aman dan mencukupi,” tegasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#serapan gabah madiun #bulog madiun #harga gabah #stok beras nasional #produksi padi