Jawa Pos Radar Madiun – Memasuki usia ke-22 tahun, RSUD Kota Madiun didorong menghadirkan layanan unggulan baru.
Langkah itu dinilai penting seiring lonjakan kunjungan pasien dalam beberapa tahun terakhir.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyebut, capaian layanan rumah sakit pelat merah tersebut terus meningkat, bahkan melampaui target.
“Secara data meningkat dari target. Empat tahun terakhir ini peningkatannya sangat cepat,” ujarnya, kemarin (24/4).
Meski demikian, Bagus mengingatkan manajemen agar tidak cepat puas.
RSUD diminta terus berinovasi dengan menghadirkan layanan yang memiliki diferensiasi dibanding rumah sakit lain.
“Saya minta ada tambahan layanan yang punya keunggulan,” tegasnya.
Direktur RSUD Kota Madiun Muhammad Nur mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan pengembangan layanan unggulan baru.
Saat ini, manajemen masih memetakan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) serta sarana prasarana pendukung.
“Harapannya ada layanan yang berbeda dari yang lain,” ujarnya.
Sejumlah layanan spesialis masuk dalam kajian. Di antaranya kebidanan dan kandungan, jantung, hingga saraf.
Pengembangan dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu layanan yang sudah berjalan.
Di sisi lain, jumlah kunjungan pasien terus meningkat.
Rata-rata kunjungan rawat jalan kini mencapai 600–800 pasien per hari, naik dari sebelumnya 500–600 pasien.
Bahkan, pada momen tertentu bisa menembus 1.000 pasien per hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, RSUD melakukan penyesuaian layanan.
Salah satunya dengan mengoptimalkan jam praktik dokter spesialis secara bersamaan serta perbaikan sistem pendaftaran pasien.
Langkah tersebut dinilai efektif memangkas antrean dan mempercepat pelayanan.
“Dokter diturunkan bersamaan saat jam sibuk agar pelayanan lebih cepat,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto