Jawa Pos Radar Madiun – Koper calon jemaah haji (CJH) Kota Madiun tampil beda. Aneka boneka, pita, hingga gantungan kunci menghiasi koper sebagai penanda agar tak tertukar di Tanah Suci.
Sebanyak 230 koper mulai dikirim ke embarkasi Surabaya, Minggu (26/4). Rinciannya, 227 koper milik jemaah dan tiga koper petugas kloter.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan, penanda tersebut sengaja dipasang untuk memudahkan identifikasi.
“Tujuannya agar jemaah mudah mengenali koper masing-masing,” ujarnya.
Pengumpulan koper dilakukan di Wisma Haji Madiun sejak pagi. Selanjutnya langsung dikirim ke Embarkasi Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan.
Sebelum diberangkatkan, koper ditimbang sesuai ketentuan. Batas maksimal koper besar 30 kilogram, sedangkan tas kabin 7 kilogram.
“Kalau tidak sesuai ketentuan, harus dibongkar,” jelasnya.
Datik menambahkan, pengiriman koper dilakukan H-1 agar proses keberangkatan jemaah lebih lancar.
Selain itu, ada aturan ketat terkait barang bawaan. Jemaah dilarang membawa benda tajam, bahan mengandung gas, hingga cairan berlebih.
Setibanya di embarkasi, koper kembali diperiksa. Jika ditemukan barang terlarang, jemaah akan diminta membuka koper.
“Kalau tidak diambil, barang bisa disita petugas,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto