Jawa Pos Radar Madiun – Tangis haru pecah di Wisma Haji Madiun, Senin (27/4) dini hari.
Sebanyak 227 calon jemaah haji (CJH) resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Rombongan yang tergabung dalam kloter 22 itu berangkat menggunakan lima bus sekitar pukul 02.00.
Sejak malam, keluarga sudah memadati lokasi untuk mengantar keberangkatan.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun berharap seluruh jemaah diberikan kelancaran selama menjalankan ibadah.
“Semoga semua berjalan lancar dan kembali menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Pemkot, lanjut dia, akan terus memantau kondisi jemaah melalui petugas haji.
Informasi perkembangan juga akan disampaikan kepada keluarga di daerah.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Madiun Datik Ardiyah menjelaskan, jemaah mulai berkumpul sejak pukul 23.30 WIB.
Setelah doa bersama singkat, rombongan langsung diberangkatkan untuk menghindari kelelahan.
“Tidak lama-lama, agar jemaah tidak capek,” jelasnya.
Setibanya di embarkasi, jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Hall Muzdalifah.
Khusus perempuan usia di bawah 50 tahun dilakukan pemeriksaan kehamilan.
Selanjutnya, jemaah beristirahat sebelum diterbangkan ke Tanah Suci.
Petugas ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) mulai mendistribusikan gelang identitas, paspor, serta kartu nusuk.
Dari total jemaah, terdapat dua CJH kategori risiko tinggi (risti) dengan riwayat stroke.
Keduanya dinyatakan layak berangkat dan mendapat pendampingan keluarga.
“Masih bisa berjalan dan didampingi, sehingga masih aman,” terang Datik.
Dia mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik selama perjalanan, mengingat durasi penerbangan mencapai sekitar 10 jam.
“Harus benar-benar menjaga kesehatan,” tandasnya. (err/her/adv)
Editor : Hengky Ristanto