Jawa Pos Radar Madiun – Tren penggunaan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun terus menanjak.
Sepanjang triwulan I 2026, jumlah penumpang tembus 3 juta orang—melonjak 12 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mencatat, periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026, total pelanggan mencapai 3.017.881 orang.
Rinciannya, 1.517.883 penumpang berangkat dan 1.499.998 penumpang datang di stasiun wilayah Daop 7.
Sebagai pembanding, pada triwulan I 2025 jumlah pelanggan tercatat 2.694.034 orang. Artinya, ada kenaikan 323.847 penumpang dalam kurun setahun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari menyebut peningkatan tersebut sebagai sinyal kuat kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api.
“Terjadi peningkatan volume pelanggan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya, Senin (27/4).
Menurut dia, faktor keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu masih menjadi alasan utama masyarakat memilih kereta api untuk mobilitas.
Kenaikan jumlah penumpang juga dibarengi pembenahan layanan. KAI Daop 7 Madiun terus mendorong peningkatan fasilitas berbasis Standar Pelayanan Minimum (SPM) digital.
Penataan stasiun turut dilakukan untuk menjawab kebutuhan pelanggan.
Di antaranya pembangunan peron tinggi dan overcapping di Stasiun Blitar dan Kediri.
Sementara itu, penataan di Stasiun Madiun masih berlangsung. (her)
Editor : Hengky Ristanto